Menkeu Purbaya Copot Dua Dirjen Kemenkeu, Luky Alfirman dan Febrio Kacaribu Diganti

TAJUKNASIONAL.COM Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa resmi mengganti dua pejabat eselon I strategis di Kementerian Keuangan.

Dua nama yang dicopot adalah Direktur Jenderal Anggaran Luky Alfirman dan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu.

Purbaya membenarkan pencopotan itu sudah efektif sejak Selasa, 21 April 2026, dan posisi keduanya kini untuk sementara diisi oleh pelaksana harian atau Plh.

Saat dikonfirmasi wartawan pada Rabu, 22 April 2026, Purbaya menegaskan bahwa roda organisasi tetap berjalan meski dua kursi penting itu kosong. Ia mengatakan Plh sudah aktif sejak sore sehari sebelumnya. Pada saat yang sama, Purbaya juga memberi sinyal bahwa Luky dan Febrio belum akan langsung ditempatkan pada pos baru.

“Istirahat dulu. Nanti saya cari tempat yang pas buat mereka,” kata Purbaya.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir 2026

Pergantian ini menarik perhatian karena menyentuh dua pos yang sangat strategis. Dirjen Anggaran berperan penting dalam penyusunan dan pengendalian APBN, sementara Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal memegang fungsi perumusan arah kebijakan fiskal dan makroekonomi pemerintah.

Struktur DJSEF sendiri merupakan hasil transformasi kelembagaan Kemenkeu pada 2025, ketika Febrio Kacaribu dilantik sebagai dirjen setelah sebelumnya memimpin Badan Kebijakan Fiskal.

Di balik reshuffle ini, ada konteks yang ikut menambah sorotan. Pada September 2025, Purbaya sempat secara terbuka mengancam akan memindahkan Dirjen Anggaran jika pembayaran kompensasi energi dan nonenergi masih lambat.

Dalam pernyataan saat itu, ia bahkan berkata, “Sebulan selesai. Nanti kalau enggak, dia saya pindahkan.”

Pernyataan lama itu kini kembali dibaca sebagai sinyal bahwa Purbaya memang sudah lama membuka kemungkinan perombakan di jajaran fiskal.

Pencopotan Luky dan Febrio juga membuat jumlah kursi dirjen kosong di Kemenkeu bertambah menjadi tiga. Sebelumnya, posisi Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan sudah lebih dulu lowong setelah Masyita Crystallin dialih tugaskan ke PT Danantara Investment Management (Persero) efektif sejak 11 Februari 2026.

Perpindahan Masyita itu diumumkan resmi oleh Kemenkeu sebagai bagian dari penguatan sinergi kebijakan dan investasi.

Baca Juga: Geger OTT di Pajak dan Bea Cukai, Menkeu Purbaya: Ini Alarm Keras untuk Bersih-bersih

Kini perhatian tertuju pada langkah berikutnya dari Purbaya. Ia mengatakan proses seleksi kandidat untuk tiga jabatan strategis tersebut sedang berjalan dan nama-namanya akan diajukan sekaligus kepada Presiden Prabowo Subianto. Targetnya, usulan itu masuk pada awal hingga pertengahan Mei 2026.

Dengan kata lain, reshuffle ini bukan sekadar pergantian personal, tetapi juga penataan ulang pusat kendali fiskal Kemenkeu menjelang agenda ekonomi pemerintah berikutnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini