Kamis, 5 Februari, 2026

Longsor Tambang Timah di Bangka, 6 Pekerja Ditemukan Tewas, 1 Masih Dicari Tim SAR

TAJUKNASIONAL.COM Aktivitas penambangan rakyat kerap menjadi penopang ekonomi lokal di Bangka Belitung, tetapi risiko keselamatan kerja di lapangan juga tinggi terutama saat penambangan dilakukan di area rawan dan tanpa standar pengamanan memadai.

Tragedi longsor di kawasan tambang timah kembali menegaskan bahwa satu detik perubahan kontur tanah bisa berujung pada kehilangan nyawa, sekaligus menyisakan pekerjaan berat bagi tim penyelamat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, mencatat enam orang pekerja tambang bijih timah korban longsor di Desa Pemali, Bangka, ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia.

Informasi tersebut juga dilaporkan sejumlah media pada Selasa (3/2/2026), bersamaan dengan berlanjutnya proses pencarian korban yang masih hilang.

Baca Juga: Tambang Baru itu Bernama Ekonomi Kreatif

Kepala BPBD Kabupaten Bangka Rusmansyah mengatakan, total ada delapan pekerja tambang bijih timah di Kecamatan Pemali yang menjadi korban tertimbun material longsor.

Dari jumlah itu, enam orang ditemukan meninggal dunia, satu orang selamat dengan luka pada bagian kaki, sementara satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Rusmansyah menjelaskan, enam pekerja tersebut ditemukan dalam dua tahap. Tiga korban ditemukan pada Senin (2/2) malam, dan tiga lainnya ditemukan pada Selasa (3/2) dini hari.

Ia menegaskan operasi pencarian masih dilanjutkan pada hari yang sama.

“Tim gabungan melanjutkan pencarian satu orang yang belum ditemukan hari ini dimulai sekitar pukul 06.00 WIB,” jelasnya.

Menurut Rusmansyah, seluruh korban baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka—telah dibawa ke rumah sakit untuk keperluan identifikasi dan penanganan medis.

Peristiwa longsor sendiri terjadi pada Senin (2/2) sore sekitar pukul 17.00 WIB, ketika para pekerja sedang melakukan aktivitas pencarian timah.

Dalam kejadian itu, tanah di sekitar lokasi mendadak longsor disertai suara keras, lalu menimbun area tempat pekerja berada.

Baca Juga: Pertambangan Ilegal Masih Marak, Kemenko Polkam Bahas Langkah Konkret Pengawasan Nasional

BPBD juga menyebut aktivitas penambangan yang terdampak longsor diduga merupakan tambang inkonvensional milik pribadi yang belum dilengkapi dokumen perizinan resmi, meski berada di atas area Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah.

Untuk mempercepat pencarian korban yang belum ditemukan, tim SAR gabungan mengerahkan alat berat.

“Kita berharap tim gabungan berhasil menemukan satu orang korban yang belum ditemukan. Proses pencarian menggunakan alat berat, seperti ekskavator dan alat pendukung lain untuk mempercepat proses pencarian,” kata Rusmansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini