TAJUKNASIONAL.COM Dunia sepak bola Indonesia kembali berduka. Bob Hippy, mantan pemain Timnas Indonesia yang juga pernah menjadi pengurus PSSI dan Persija Jakarta, meninggal dunia pada Sabtu (5/9) sore.
Bob Hippy mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 16.30 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.
Jenazahnya kemudian direncanakan disemayamkan di rumah duka di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Kepergian Bob Hippy menjadi kehilangan bagi sepak bola nasional. Sepanjang hidupnya, ia tidak hanya dikenal sebagai mantan pemain Timnas Indonesia, tetapi juga sebagai sosok yang terus memberikan perhatian terhadap perkembangan sepak bola, khususnya pembinaan pemain usia muda.
Baca Juga: Prediksi Timnas Indonesia U-20 vs Australia: Wajib Menang untuk Amankan Tiket Piala Asia
Bagian dari Generasi Emas Timnas Indonesia
Nama Bob Hippy memiliki tempat tersendiri dalam sejarah sepak bola Indonesia. Pada era 1960-an, ia menjadi bagian dari generasi pemain yang membawa prestasi bagi tim nasional.
Salah satu pencapaian terbesarnya terjadi pada Piala Asia U-19 1961 di Bangkok. Bob Hippy menjadi bagian dari skuad Indonesia yang berhasil keluar sebagai juara. Dalam perjalanan menuju gelar tersebut, ia juga tercatat sebagai salah satu pencetak gol penting bagi tim Indonesia.
Keberhasilan itu menjadi bagian dari periode awal prestasi sepak bola Indonesia di level Asia. Sekembalinya rombongan tim nasional ke Tanah Air, para pemain mendapatkan sambutan dari Ketua Umum PSSI saat itu, Abdul Wahab Djojohadikoesoemo.
Setelah mengakhiri karier sebagai pemain, Bob Hippy tidak meninggalkan dunia sepak bola. Ia tetap terlibat dalam berbagai aktivitas organisasi dan pembinaan sepak bola.
Baca Juga: Emil Audero Merapat ke Rayo Vallecano, Kiper Timnas Indonesia Berpeluang Jadi Pilihan Utama
Berperan di PSSI
Bob Hippy kemudian dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan PSSI periode 2011–2015. Dalam organisasi sepak bola nasional tersebut, ia mengemban sejumlah tanggung jawab, termasuk di bidang pengembangan sepak bola dan status pemain.
Ia juga pernah dipercaya sebagai Koordinator Timnas Indonesia. Peran tersebut membuat Bob terlibat dalam pembahasan program tim nasional serta persoalan pemain yang berlangsung di tengah situasi sepak bola nasional yang saat itu menghadapi dualisme kompetisi.
