TAJUKNASIONAL.COM Nama Agrapinus Rumatora alias Nus Kei kembali menjadi sorotan publik setelah ia tewas akibat penikaman di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026).
Polisi menyatakan korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Dua terduga pelaku berinisial HR dan FU telah diamankan hanya sekitar dua jam setelah kejadian, sementara motif kasus masih didalami aparat.
Di luar kasus penikaman tersebut, perhatian publik langsung mengarah pada satu hal lain: siapa sebenarnya Nus Kei, dan bagaimana relasinya dengan John Kei.
Pertanyaan itu muncul karena nama Nus Kei selama ini tidak hanya dikenal di panggung politik lokal, tetapi juga dalam konflik keluarga yang beberapa kali mencuat ke ruang publik.
Nus Kei memiliki nama asli Agrapinus Rumatora. Ia dikenal sebagai tokoh asal Kepulauan Kei dan menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara.
Baca Juga: Fakta Terduga Pembunuh Nus Kei Ketua Golkar Maluku Tenggara, Salah Satunya Atlet MMA
Dalam perjalanan politiknya, ia juga pernah maju sebagai bakal calon Bupati Maluku Tenggara untuk periode 2024–2029. Kiprah politik keluarganya ikut terlihat lewat putrinya, Desly Claudya Rumatora, yang pernah maju sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara.
Namun, identitas Nus Kei di mata publik tak bisa dilepaskan dari nama John Kei. Dalam sejumlah kesempatan, Nus Kei menyebut John Kei sebagai keponakannya, bahkan ANTARA pernah mengutip pernyataannya yang menyebut John Kei sebagai “paman kandung” dalam konteks konflik keluarga di persidangan.
Tirto juga menuliskan bahwa Nus Kei dan John Kei memiliki hubungan saudara dekat yang dipahami publik sebagai paman dan keponakan.
Meski demikian, hubungan keluarga itu juga pernah dibantah secara terbuka oleh John Kei. Dalam laporan detikcom pada 2020, John Kei menyebut Nus Kei bukan pamannya, melainkan anak buah yang ia bawa dari Ambon ke Jakarta. Perbedaan klaim inilah yang membuat relasi keduanya kerap dipandang rumit: ada ikatan keluarga menurut versi Nus Kei, tetapi ada juga penolakan dari pihak John Kei.
Terlepas dari silang klaim itu, fakta yang tak terbantahkan adalah konflik keduanya pernah berkembang menjadi perkara besar.
Baca Juga: Prabowo Temui PM Singapura, Fokus pada Kerja Sama Pertahanan
Perseteruan mereka mencuat pada 2020 terkait sengketa pembagian hasil penjualan tanah, lalu kembali beresonansi dalam bentrokan antarkelompok di Bekasi pada 2023 yang oleh polisi disebut bermotif balas dendam. Sejak saat itu, nama Nus Kei dan John Kei hampir selalu disebut bersamaan dalam pemberitaan.
