TAJUKNASIONAL.COM Di tengah menguatnya kontestasi wacana menuju Pemilu 2029, konsistensi suara partai di parlemen kembali menjadi “mata uang” penting.
Bagi PAN, yang kini memiliki sejumlah kader di kabinet sekaligus barisan legislator di DPR, menjaga irama pernyataan publik dinilai krusial agar partai tidak tampak berjalan sendiri-sendiri.
Itulah konteks yang mengiringi instruksi terbaru Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kepada Fraksi PAN di DPR.
Zulkifli yang akrab disapa Zulhas menegaskan bahwa kebijakan, keputusan, hingga pernyataan politik harus mencerminkan sikap bersama partai yang diputuskan di tingkat DPP.
Ia mengingatkan agar tidak ada perbedaan pendapat yang muncul secara terbuka di internal, terutama dari para legislator.
Baca Juga: Generasi Emas Timnas Indonesia di Depan Mata, 11 Nama Ini Masuk Radar Naturalisasi
“Karena kita satu kesatuan, jangan sampai nanti masing-masing berbeda satu dengan yang lain,” ujar Zulhas usai menghadiri buka puasa bersama Fraksi PAN di Kompleks DPR, MPR, dan DPD, Kamis, 26 Februari 2026.
Dalam kesempatan itu, Zulhas juga menekankan bahwa soliditas fraksi harus berjalan seiring dengan keselarasan arah kebijakan pemerintahan.
Dalam laporan kegiatan yang sama, ia meminta Fraksi PAN tetap kompak dan bergerak dalam satu visi besar.
Selain soal satu komando, Zulhas menginstruksikan Fraksi PAN memberi perhatian khusus pada kondisi masyarakat sepanjang Ramadan hingga Idulfitri. Ia meminta para legislator aktif berbagi dan memastikan tidak ada warga yang kekurangan pangan.
“Jangan sampai ada yang kekurangan, jangan sampai ada masyarakat yang tidak bahagia,” kata Zulhas yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Arah ini tidak berdiri sendiri. Dalam beberapa pekan terakhir, PAN memang ramai dibicarakan karena dinamika internal terkait narasi Pemilu 2029. Salah satunya, pernyataan Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno yang secara terbuka mendukung Zulhas sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo.
Baca Juga: Menko Pangan Sidak SPPG Jatim, Pastikan MBG Aman Saat Ramadan
“Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029 tentu,” ujar Eddy dalam pernyataan yang dikutip media pada 5 Februari 2026.
Di ruang publik, manuver semacam ini kerap memunculkan spekulasi mulai dari strategi “pemanasan mesin partai” hingga risiko pernyataan dini yang bisa memantik respons politik dari luar.
Karena itu, instruksi Zulhas agar semua legislator menyampaikan sikap sejalan keputusan DPP dapat dibaca sebagai upaya merapikan komunikasi internal: bukan menutup diskusi, tetapi memastikan pesan yang keluar ke publik tetap satu jalur.
