TAJUKNASIONAL.COM Nama Grace Natalie Louisa kembali menjadi sorotan publik setelah dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh puluhan organisasi masyarakat Islam.
Laporan itu berkaitan dengan unggahan Grace yang menanggapi potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla atau JK, di Universitas Gadjah Mada.
Grace dilaporkan bersama Ade Armando dan Permadi Arya alias Abu Janda. Laporan tersebut dibuat oleh aliansi ormas Islam dan teregister dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 4 Mei 2026.
Pelapor menilai narasi yang dibangun para terlapor terkait potongan video ceramah JK tidak utuh dan berpotensi menimbulkan kegaduhan publik.
Dalam unggahannya, Grace mengkritik pernyataan JK mengenai konflik Poso dan Ambon. Ia menilai pernyataan soal konsep syahid dalam konteks konflik agama perlu diluruskan karena menyangkut isu sensitif.
Baca Juga: Fakta Polemik Kasus Video Ceramah JK Berlanjut, Grace Natalie hingga Ade Armando Dipolisikan
“Menurut Pak Jusuf Kalla, baik di Kristen maupun Islam sama-sama berpendapat bahwa mati dan mematikan orang adalah syahid,” kata Grace dalam video tersebut.
Grace menilai pernyataan itu fatal apabila disampaikan oleh tokoh nasional. Ia juga meminta JK memberi klarifikasi dan meminta maaf kepada publik. Namun, kritik tersebut justru berujung laporan hukum karena dianggap memuat narasi yang dapat memicu polemik antarumat beragama.
Di luar polemik tersebut, Grace Natalie dikenal sebagai figur yang memiliki perjalanan panjang di media, politik, dan kini dunia korporasi negara. Perempuan kelahiran Jakarta, 4 Juli 1982, itu mengawali karier sebagai jurnalis televisi. Ia pernah bekerja di sejumlah stasiun televisi nasional, termasuk SCTV, ANTV, dan tvOne.
Setelah dikenal sebagai presenter dan jurnalis, Grace masuk ke dunia riset politik. Ia pernah menjabat sebagai CEO Saiful Mujani Research and Consulting atau SMRC pada 2012. Kariernya kemudian berlanjut ke politik praktis.
Grace merupakan salah satu pendiri Partai Solidaritas Indonesia atau PSI. Ia menjabat sebagai Ketua Umum PSI pertama pada periode 2014-2021. Setelah itu, Grace tetap berada dalam struktur partai dan kini dikenal sebagai Sekretaris Dewan PSI.
Karier Grace juga melebar ke sektor BUMN. Ia ditunjuk sebagai Komisaris Independen MIND ID, holding BUMN industri pertambangan Indonesia.
Baca Juga: Heboh “Tembok Ratapan Solo” di Lokasi Rumah Jokowi, Ini Kata Grace Natalie PSI
Laman resmi MIND ID mencatat Grace sebagai lulusan S1 Akuntansi Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie, Master of Public Administration dari National University of Singapore, serta Master of Business Administration dari Singapore Management University.
