TAJUKNASIONAL.COM Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menandatangani kontrak pengadaan 12 unit pesawat tempur ringan multiguna Leonardo M-346F Block 20.
Pembelian ini menjadi bagian dari program modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk memperkuat kemampuan TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Kontrak pengadaan ditandatangani antara perusahaan pertahanan asal Italia, Leonardo, dengan PT ESystem Solutions Indonesia. Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Letter of Intent (LoI) yang telah diumumkan kedua pihak pada Februari 2026.
Berdasarkan informasi resmi dari Leonardo, pengiriman pesawat tempur M-346F Block 20 kepada Indonesia dijadwalkan mulai dilakukan pada tahun 2030.
Selain pengadaan pesawat, kerja sama ini juga mencakup pengembangan kemampuan pemeliharaan, perbaikan besar (overhaul), pelatihan personel, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertahanan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, membenarkan adanya kontrak pengadaan pesawat tempur tersebut. Menurutnya, pembelian dilakukan berdasarkan kebutuhan operasional TNI sebagai bagian dari agenda modernisasi pertahanan nasional.
Rico menjelaskan seluruh proses pengadaan alutsista dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kesiapan personel, dukungan logistik, serta penguatan industri pertahanan dalam negeri.
“Terkait pengadaan pesawat M-346F Block 20, pada prinsipnya program tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan pelatihan pilot tingkat lanjut sekaligus kesiapan operasional TNI Angkatan Udara, khususnya dalam mempersiapkan adaptasi pilot terhadap teknologi pesawat modern,” kata Rico.
Menurutnya, kehadiran M-346F Block 20 akan memperkuat sistem pelatihan penerbang tempur Indonesia. Pesawat ini dirancang untuk menjembatani kemampuan pilot sebelum mengoperasikan pesawat tempur generasi yang lebih modern.
Selain berfungsi sebagai pesawat latih tingkat lanjut (advanced jet trainer), varian M-346F juga memiliki kemampuan tempur ringan yang dapat digunakan dalam berbagai misi operasional sesuai kebutuhan.
Kemhan juga menilai kerja sama dengan Leonardo memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia. Selain meningkatkan kualitas pelatihan pilot TNI AU, proyek tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan industri pertahanan nasional melalui transfer pengetahuan, dukungan teknis, dan pengembangan kapasitas pemeliharaan di dalam negeri.
Rico menambahkan, aspek keberlanjutan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengadaan alutsista sehingga dukungan logistik dan kemampuan perawatan dapat dilakukan secara optimal dalam jangka panjang.
