Dorong Kemandirian Industri, DPR RI Minta Penguatan Ketahanan Aluminium Nasional Jadi Prioritas

Peran PLN dan Penyesuaian Kebijakan Kelistrikan

Selain menyoroti produksi aluminium, Budi Kanang juga menyinggung peran PLN dalam menunjang hilirisasi. PLN melaporkan adanya surplus daya, terutama di kawasan Jawa. Namun, DPR menilai kondisi ini perlu disertai penyesuaian kebijakan pembelian listrik dari Independent Power Producer (IPP).

“Ketika PLN sedang surplus, bagaimana dengan IPP? Apakah bisa kita gunakan yang ada supaya tidak membebani PLN terlalu berat?” ujarnya.

Kanang menekankan pentingnya efisiensi dalam sektor kelistrikan agar industri besar seperti aluminium tidak terbebani biaya tinggi yang dapat menghambat hilirisasi.

Baca Juga: Ledakan Bom Rakitan di SMAN 72, DPR RI Desak Penguatan Pendidikan Karakter dan Ruang Aman untuk Siswa

Perlunya Sinergi Lintas Kementerian

Menutup paparannya, Kanang menegaskan bahwa keberhasilan mengurangi impor aluminium tidak hanya bergantung pada Inalum atau PLN semata. Ia meminta agar kementerian terkait memperkuat regulasi agar tidak terjadi banjir impor yang justru melemahkan industri nasional.

“Jangan sampai Inalum sudah bekerja keras, tiba-tiba impor dibuka besar-besaran. Tolong dibantu regulasinya. Kalau tidak, mati kita,” pungkasnya.

Dengan penegasan DPR ini, ketahanan aluminium nasional diharapkan semakin kuat dan menjadi pilar penting dalam agenda besar hilirisasi industri Indonesia.

 

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini