Dari Jiwasraya hingga Timah, Rekam Jejak Kasus Ditangani Jampidsus Febrie Adriansyah

TAJUKNASIONAL.COM Nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, kembali menjadi perhatian publik setelah kediamannya di kawasan Kramat Pela, Jakarta Selatan, dilaporkan mendapat pengamanan aparat TNI.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah penyidikan yang dilakukan kepolisian terkait dugaan korupsi, suap, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Terlepas dari dinamika yang berkembang, Febrie dikenal sebagai salah satu jaksa yang memimpin penanganan berbagai perkara korupsi bernilai fantastis di Indonesia.

Kariernya di bidang penindakan korupsi telah berlangsung sejak menjabat Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus sebelum dipercaya menjadi Jampidsus pada Januari 2022.

Selama menjabat, Febrie memimpin maupun mengawasi penyidikan sejumlah perkara yang menjadi perhatian nasional.

Salah satu kasus yang pernah ditanganinya adalah perkara gratifikasi mantan Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang berkaitan dengan terpidana Djoko Soegiarto Tjandra.

Baca Juga: [Berita Viral] Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga TNI, Puspen: Atas Permintaan Kejaksaan Sesuai Perpres

Sejak dipercaya menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) pada Januari 2022, Febrie Adriansyah dikenal menangani sejumlah perkara korupsi bernilai besar yang menjadi perhatian publik.

Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus.

Berikut deretan kasus besar yang pernah ditangani atau berada di bawah koordinasi Jampidsus Febrie Adriansyah:

  • Kasus Gratifikasi Jaksa Pinangki
    Menangani perkara gratifikasi yang melibatkan mantan Jaksa Pinangki Sirna Malasari terkait terpidana Djoko Soegiarto Tjandra.
  • Korupsi PT Asuransi Jiwasraya
    Mengusut skandal investasi PT Asuransi Jiwasraya periode 2008–2018 dengan nilai kerugian negara mencapai sekitar Rp16,81 triliun.
  • Korupsi PT Asabri
    Menangani perkara dugaan penyimpangan investasi PT Asabri periode 2012–2019 yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp22,78 triliun.
  • Korupsi Fasilitas Kredit PT BTN
    Mengusut dugaan penyimpangan fasilitas kredit yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp279,6 miliar.
  • Korupsi Pengadaan Pesawat PT Garuda Indonesia
    Menyelidiki dugaan markup pengadaan pesawat ATR 72-600 dengan estimasi kerugian negara sekitar Rp3,6 triliun.
  • Korupsi Proyek BTS 4G Bakti Kominfo
    Memimpin penyidikan dugaan korupsi pembangunan BTS 4G senilai sekitar Rp8 triliun yang menyeret sejumlah pejabat dan pihak swasta.
  • Korupsi Tata Niaga Timah PT Timah
    Mengusut dugaan korupsi tata niaga timah yang ditaksir merugikan negara hingga Rp271 triliun, salah satu perkara korupsi terbesar yang pernah ditangani Kejaksaan Agung.

Baca Juga: Mengapa Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Tentara? Ini Penjelasan Mabes TNI

  • Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah PT Pertamina
    Menangani penyidikan dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah dan produk kilang di lingkungan PT Pertamina.
  • Korupsi PT Duta Palma Group
    Mengusut dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam pengelolaan lahan perkebunan dengan nilai kerugian negara dan perekonomian negara yang sangat besar.
- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini