Dengan munculnya Hercules dalam situasi setelah demo 27 Agustus 2026, perhatian kembali tertuju pada posisi GRIB Jaya dalam dinamika sosial-politik nasional.
Namun, berdasarkan keterangan kuasa hukumnya, kehadiran Hercules di lokasi tidak dimaksudkan untuk terlibat dalam kerusuhan, melainkan menyerukan massa agar meninggalkan lokasi.
Karena itu, keterlibatan GRIB Jaya dalam kerusuhan pascademo perlu dibedakan dengan fakta bahwa Hercules berada di lokasi.
Sampai informasi yang tersedia, GRIB Jaya justru menyatakan membantah keterlibatan dalam kerusuhan tersebut.
