TAJUKNASIONAL.COM Polemik seputar Ijazah Jokowi Presiden ke-7 RI masih menjadi perhatian publik setelah perubahan sikap Rismon Sianipar dan langkah restorative justice yang diajukannya.
Di tengah dinamika itu, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa memilih mengambil jarak sementara dari isu yang selama ini ikut menyeret namanya.
Ia menegaskan keputusan tersebut bukan karena berhenti mengikuti perkembangan, melainkan karena ingin memusatkan perhatian pada ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadan 2026.
Rismon sendiri sebelumnya menyatakan ijazah Jokowi asli dalam video klarifikasi yang diunggah di kanal YouTube Balige Academy pada 11 Maret 2026.
Dokter Tifa mengaku beberapa hari terakhir sengaja menarik diri dari berbagai urusan publik. Ia memilih lebih banyak berdiam di rumah untuk memperbanyak ibadah selama fase akhir Ramadan, yang memang dikenal sebagai periode penting bagi umat Islam.
Baca Juga: Gibran Beri Parsel ke Rismon, Pertemuan di Tengah Kasus Ijazah Jokowi Tuai Sorotan
Jadwal sepuluh hari terakhir Ramadan 2026 juga memang telah dimulai pada pertengahan Maret tahun ini.
“Beberapa hari ini saya memilih menarik diri sejenak dari berbagai urusan. Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, saya ingin memusatkan diri pada ibadah: sholat, tadarus, membaca kitab-kitab hikmah, dan lebih banyak berdiam di rumah,” katanya.
Meski memilih jeda, Dokter Tifa menegaskan dirinya tetap mengikuti perkembangan terbaru, termasuk kabar soal Rismon Sianipar yang mengajukan restorative justice kepada Jokowi.
Rismon sebelumnya tidak hanya menyampaikan permintaan maaf, tetapi juga menyebut hasil penelitian ulangnya membuat ia menyimpulkan dokumen ijazah Jokowi asli.
Jokowi, melalui kuasa hukumnya, juga disebut telah menyetujui penyelesaian perkara lewat mekanisme restorative justice.
“Dalam keheningan itu saya tetap mengikuti perkembangan yang terjadi di luar termasuk kabar tentang Rismon Hasiholan Sianipar yang mengajukan restorative justice kepada Jokowi di Solo. Saya mencermatinya sesekali dari jarak yang tenang,” ujar Dokter Tifa.
Namun, ia menegaskan tidak berada pada posisi yang sama dengan Rismon. Dalam pernyataannya, Dokter Tifa mengaku menyayangkan langkah yang diambil rekannya tersebut dan memastikan dirinya tidak akan menempuh jalan serupa.
“Terus terang saya menyesalkan langkah tersebut. Saya tidak berada pada posisi yang sama dengannya. Dan Insya Allah, atas izin Allah serta dukungan yang terus mengalir dari banyak pihak, saya tidak akan pernah memilih jalan rendah seperti yang dipilih Rismon,” tegasnya.
Baca Juga: Roy Suryo Ogah Restorative Justice Seperti Rismon, Tetap Desak Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli
Dokter Tifa juga mengaku sedih karena merasa Rismon tidak terbuka kepada dirinya maupun Roy Suryo sebelum mengambil keputusan tersebut.
Ia bahkan menduga perubahan sikap itu bukan semata-mata lahir dari kehendak pribadi, melainkan bisa dipengaruhi tekanan yang tidak terlihat dari luar. Meski begitu, ia mengatakan tetap memahami bahwa tidak semua orang mampu menghadapi tekanan besar sendirian.
“Tetapi hidup sering menempatkan manusia pada tekanan yang tidak terlihat oleh orang lain. Tekanan itu bisa berupa ancaman yang kasar tetapi sering kali justru lebih kuat dalam bentuk yang jauh lebih halus: bujukan, iming-iming, kompromi yang menimbulkan ketakutan yang perlahan menggerogoti keberanian dan akal sehat,” kata Dokter Tifa.
