Aksi BEM UI di Jakarta Tertahan Blokade, Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan

TAJUKNASIONAL.COM Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atau BEM UI menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” pada Jumat (12/6/2026). Aksi tersebut diikuti lebih dari 700 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Dalam aksi itu, BEM UI membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah. Tuntutan tersebut berkaitan dengan pengelolaan anggaran negara, harga kebutuhan pokok, program prioritas pemerintah, hingga isu militerisme di ranah sipil.

Lima tuntutan yang disuarakan mahasiswa yakni menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak atau BBM, menghentikan program Makan Bergizi Gratis atau MBG serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut penghentian militerisme di ranah sipil. Tuntutan terakhir, massa aksi meminta Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.

Baca Juga: Fakta Penyebab Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek, Diduga Dipicu Taksi Green SM?

Aksi yang semula direncanakan berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia atau Bundaran HI itu disebut mengalami hambatan di perjalanan. Massa aksi beberapa kali tertahan saat berupaya menuju titik demonstrasi.

Hambatan pertama terjadi ketika massa mencapai kawasan Semanggi, Jakarta. Setelah itu, massa kembali tertahan saat berada di sekitar Sudirman. Kondisi tersebut membuat rencana aksi di Bundaran HI sulit terealisasi.

Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, menyebut pihaknya telah menyampaikan rencana aksi kepada kepolisian. Ia mengatakan titik aksi yang direncanakan sejak awal adalah Bundaran HI, bukan lokasi lain.

“Padahal kami merencanakan dan juga telah mengirimkan surat kepada kepolisian kami akan mengadakan aksi di Bundaran HI,” ujarnya kepada media.

Menurut Yatalathof, massa aksi sempat tertahan di kawasan Dukuh Atas pada siang hari. Ia menyebut saat itu massa hendak menjalankan ibadah salat Jumat, namun perjalanan tetap tidak dapat dilanjutkan.

“Akan tetapi polisi tidak menghiraukan hal itu dan justru mereka melanggar konstitusi tersebut,” ucapnya.

Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, juga menjelaskan kronologi perjalanan massa. Ia menyebut rombongan bergerak dari Lenteng Agung menuju Pancoran, lalu mengarah ke kawasan Semanggi.

“Kita jalan lewat Lenteng Agung, kita belok kiri ke arah Pancoran. Kemudian di depan Polda Metro Jaya, Semanggi, harusnya kan kita belok kiri ambil bawah ke arah Sudirman, tapi jalan ditutup,” kata Dimas.

Dimas menyebut massa telah berupaya menjelaskan rencana aksi kepada aparat. Namun, menurutnya, jalan menuju lokasi tetap tertutup oleh barrier, water barrier, dan kendaraan taktis.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini