Serangan-serangan itu dilancarkan Militer Iran dengan mengandalkan alat utama sistem persenjataannya yang berupa rudal jarak jauh.
Serta drone ringan berbiaya murah, Shahed-136.
Pihak intelijen Amerika Serikat mengakui serangan itu tepat mengenai sasaran.
Dengan beberapa di antaranya menembus celah ledakan yang ada di markas rahasia CIA di kedua negara tersebut.
# Tuding Rusia jadi Biang Kerok
Keberhasilan Militer Iran menembus markas rahasia CIA itu membuat pihak Amerika Serikat berang!
Beberapa sumber intelijen AS langsung menuding keterlibatan pihak Rusia di balik insiden ini.
Rusia diklaim membantu Iran dalam penargetan markas rahasia intelijen AS tersebut.
Dirangkum dari Reuters, akurasi serangan yang dibuat Militer Iran jadi bukti sahih akan adanya keterlibatan Negeri Tsar (julukan Rusia) di insiden baru-baru yang menargetkan markas CIA tersebut.
