TAJUKNASIONAL.COM Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki fase yang makin berbahaya setelah Israel mengklaim telah menewaskan Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib, dalam serangan terbaru ke Teheran.
Klaim itu muncul hanya sehari setelah pejabat keamanan senior Iran, Ali Larijani, dilaporkan tewas dalam serangan terpisah.
Perkembangan ini memperlihatkan pola serangan Israel yang kini semakin fokus menyasar lingkar elite keamanan dan politik Iran, di tengah perang yang sudah meluas ke sejumlah front regional.
Axios melaporkan Israel mengumumkan serangan yang menewaskan Khatib pada 18 Maret 2026, dan laporan Wall Street Journal menyebut Presiden Iran kemudian mengonfirmasi kematiannya.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa negaranya kini membuka ruang lebih luas bagi militer untuk memburu pejabat tinggi Iran.
Baca Juga: Anggota DPR RI Imas Aan Tagih Komitmen BUMN Karya Jamin Mudik Lebaran 2026
Pernyataan itu dipandang sebagai sinyal perubahan besar dalam doktrin operasi Israel, karena untuk pertama kalinya target elite disebut dapat diserang tanpa harus menunggu persetujuan politik tambahan untuk setiap operasi.
Axios melaporkan Katz dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memberi otorisasi tetap kepada militer untuk menyerang pejabat senior Iran jika ada peluang intelijen yang memadai.
“Tidak seorang pun di Iran memiliki kekebalan dan semua berada dalam target,” ujar Katz.
“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan saya telah mengizinkan Pasukan Pertahanan Israel untuk menargetkan pejabat senior Iran mana pun yang dapat ditemukan melalui peluang intelijen dan operasional, tanpa perlu persetujuan tambahan,” tuturnya.
Kematian Khatib, jika dilihat bersama tewasnya Larijani, menunjukkan bahwa serangan Israel kini diarahkan ke pusat pengambilan keputusan Iran.
Associated Press melaporkan Larijani, yang memegang peran penting di Dewan Keamanan Nasional
Tertinggi Iran, termasuk salah satu pejabat paling berpengaruh yang tewas dalam konflik ini. Sementara itu, The Guardian menyebut Khatib menjadi figur senior ketiga yang tewas dalam 24 jam terakhir.
Di sisi lain, Iran merespons keras. AP melaporkan Iran meluncurkan rudal dan drone ke Israel serta sejumlah negara Teluk setelah kematian Larijani, dan serangan ke wilayah Ramat Gan dekat Tel Aviv menewaskan dua orang.
Iran juga disebut memperluas target serangan ke kawasan regional, termasuk jalur-jalur strategis energi.
Seorang warga Israel, Leah Palteal, menggambarkan situasi saat serangan terjadi. “Ada alarm, kami masuk ke tempat perlindungan, kami mendengar ledakan yang gila,” katanya.
Konflik yang kini mendekati pekan ketiga itu juga berdampak pada pasar energi global.
Baca Juga: Konflik Israel-Iran Memanas, AHY: Geopolitik Dunia Bisa Terguncang
The Guardian melaporkan harga minyak mendekati 110 dolar AS per barel, sementara AP menyebut ancaman di Selat Hormuz memperbesar kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia.
