Gencatan Senjata Rapuh, Israel Tembak Tiga Warga Palestina di Khan Younis

TAJUKNASIONAL.COM Pasukan Israel dilaporkan menembak mati tiga warga Palestina dalam sejumlah insiden terpisah di Khan Younis, Gaza selatan, pada Minggu (4/1/2026).

Insiden ini kembali menambah daftar korban jiwa di tengah gencatan senjata yang dinilai semakin rapuh antara Israel dan kelompok bersenjata Palestina.

Otoritas kesehatan setempat menyebutkan bahwa korban tewas terdiri dari seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun, seorang nelayan Palestina, serta seorang pria dewasa lainnya.

Ketiganya ditembak dalam lokasi dan waktu yang berbeda.

“Seorang remaja berusia 15 tahun ditembak mati di Khan Younis, sementara seorang nelayan ditembak di luar wilayah Gaza yang masih berada di bawah pendudukan Israel,” ujar otoritas kesehatan Gaza, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Israel Resmi Akui Kemerdekaan Somaliland, Somalia Kecam Keras Keputusan Tel Aviv

Korban ketiga dilaporkan tewas setelah ditembak di wilayah timur Khan Younis yang juga berada di bawah kendali militer Israel.

Hingga berita ini diturunkan, militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait penembakan tersebut.

Namun, Israel selama ini menyatakan bahwa serangan yang mereka lakukan bertujuan untuk mencegah ancaman keamanan serta menghancurkan infrastruktur kelompok bersenjata di Jalur Gaza.

Sejak gencatan senjata mulai diberlakukan pada Oktober lalu, Israel masih terus melancarkan serangan udara dan operasi militer terbatas di berbagai wilayah Gaza.

Kondisi ini memicu kekhawatiran komunitas internasional akan runtuhnya kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 420 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata diberlakukan.

Di sisi lain, serangan dari kelompok bersenjata Palestina dilaporkan menewaskan tiga tentara Israel dalam periode yang sama.

Baca Juga: Didorong Trump untuk Dialog, Israel Tegaskan Tak Menuju Perdamaian dengan Suriah

Israel dan Hamas saling menuding sebagai pihak yang melanggar perjanjian gencatan senjata.

Ketegangan ini terjadi di tengah implementasi tahap pertama rencana perdamaian yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam tahap awal tersebut, Israel masih mempertahankan kendali atas sekitar 53 persen wilayah Jalur Gaza.

Tahapan ini juga mencakup pembebasan sandera Israel yang ditahan kelompok bersenjata Palestina, serta pembebasan warga Palestina yang ditahan di penjara Israel.

Sandera terakhir yang masih menjadi bagian dari kesepakatan adalah jenazah seorang polisi Israel yang tewas pada serangan 7 Oktober 2023.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini