22 Negara Siap Amankan Selat Hormuz di Tengah Konflik AS-Israel vs Iran

TAJUKNASIONAL.COM Sebanyak 22 negara menyatakan kesiapan untuk mengamankan Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Ketegangan ini berdampak langsung terhadap jalur pelayaran vital dunia tersebut.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis melalui Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab, negara-negara tersebut mengecam keras serangan terhadap kapal dagang tak bersenjata yang terjadi di kawasan Teluk.

“Kami mengutuk keras serangan-serangan belakangan ini yang dilakukan Iran terhadap kapal-kapal dagang tak bersenjata di Teluk, termasuk serangan terhadap infrastruktur sipil seperti instalasi minyak dan gas, serta penutupan Selat Hormuz secara de facto,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Seruan Hentikan Eskalasi Konflik

Negara-negara yang tergabung dalam pernyataan ini antara lain Uni Emirat Arab, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Kanada, hingga Australia.

Mereka menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dan mendesak Iran untuk menghentikan berbagai aksi yang mengancam stabilitas kawasan.

Seruan tersebut mencakup penghentian pemasangan ranjau laut, serangan drone dan rudal, serta upaya pemblokiran jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Selain itu, negara-negara tersebut juga meminta Iran untuk mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB terkait keamanan maritim internasional.

Baca Juga: AS Imbau Kapal Berbendera AS Menjauh dari Perairan Iran di Selat Hormuz, Ini Alasannya

Kebebasan Navigasi Jadi Sorotan

Dalam pernyataan yang sama, 22 negara menegaskan bahwa kebebasan navigasi merupakan prinsip fundamental dalam hukum internasional, termasuk dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Konvensi Hukum Laut.

Mereka memperingatkan bahwa gangguan terhadap pelayaran internasional dapat berdampak luas, terutama terhadap rantai pasokan energi global.

“Gangguan terhadap pelayaran internasional dan terganggunya rantai pasokan energi global merupakan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional,” tulis pernyataan tersebut.

Baca Juga: Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Dunia Dihadapkan pada Krisis Energi Baru

Harga Minyak Dunia Melonjak

Penutupan Selat Hormuz oleh pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran sejak akhir Februari 2026 telah menyebabkan terganggunya arus kapal komersial. Sejumlah kapal dilaporkan diserang karena tidak mematuhi aturan yang diberlakukan Iran.

Akibatnya, harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan hingga menembus angka US$100 per barel. Kondisi ini memicu kekhawatiran global terkait krisis energi.

Sebagai respons, Badan Energi Internasional mengizinkan pelepasan cadangan minyak strategis untuk menstabilkan pasokan global.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini