“Syukurnya, puji Tuhan, Alhamdulillah, tidak ada korban sama sekali, tidak ada baik korban luka ringan maupun luka berat, apalagi korban jiwa,” kata Charles, Kamis (13/8/2026).
Menurut Charles, kerusuhan dipicu konflik lahan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Situasi memanas setelah masyarakat mengetahui adanya aktivitas pemanenan sawit di kawasan yang mereka klaim sebagai tanah adat.
“Pemicunya sebenarnya permasalahan ini kan sudah lama, sudah bertahun-tahun,” ujarnya.
Polisi kini masih menyelidiki peristiwa tersebut dan mengumpulkan bukti untuk mengidentifikasi pihak yang terlibat dalam perusakan dan pembakaran.
Sebanyak 545 personel gabungan TNI-Polri masih dikerahkan untuk menjaga kawasan PT BSA dan mengantisipasi kerusuhan susulan.
Charles mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.
Baca juga: [Viral] Duel Remaja Putri di Kuburan Cina Lampung Utara, Polisi Turun Tangan
“Percayakan penanganan peristiwa ini kepada pihak kepolisian,” tegasnya.
