Polisi menduga perkelahian tersebut berawal dari persoalan asmara. Salah satu remaja disebut berkomunikasi dengan dua remaja lainnya melalui Instagram sebelum komunikasi berlanjut ke WhatsApp.
Percakapan tersebut kemudian berujung pada ajakan bertemu. Pertemuan awalnya direncanakan di kawasan Simpang Propau, Kecamatan Abung Selatan.
Namun, lokasi kemudian dipindahkan ke kawasan Kuburan Cina karena dianggap lebih dekat.
Saat bertemu, terjadi cekcok yang kemudian berkembang menjadi perkelahian. Aksi tersebut direkam hingga akhirnya videonya menyebar luas di media sosial.
Polisi telah mendatangi sekolah salah satu remaja untuk menggali informasi tambahan. Petugas juga mencatat keterangan saksi dan masih menelusuri identitas serta kronologi lengkap kejadian.
Belum Ada Laporan
Meski penyelidikan telah dilakukan, hingga kini belum ada pihak yang membuat laporan resmi kepada kepolisian.
“Untuk saat ini kedua belah pihak belum ada yang melapor,” ujar Ivan.
Baca juga: [Viral] Truk dan Alat Berat Terjun dari Ponton ke Sungai Batanghari, 1 Orang Tewas
Polisi tetap melanjutkan penelusuran untuk mengetahui duduk perkara sebenarnya. Langkah tersebut sekaligus dilakukan untuk mencegah persoalan antarpelajar berkembang menjadi konflik lanjutan.
