Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Hugo Pareira, menilai kasus ini merupakan “tamparan bagi dunia pendidikan nasional” sekaligus peringatan bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi anak-anak.
“Ini adalah tamparan bagi kita sebagai masyarakat, ketika seorang bocah putus asa sampai mengambil keputusan tragis. Kehilangan perhatian dan kasih sayang dari keluarga maupun lingkungan harus menjadi refleksi kita semua,” kata Hugo, Kamis (4/2/2026).
Hugo menambahkan, tanggung jawab sosial harus ditingkatkan untuk melindungi generasi muda agar dapat tumbuh dewasa dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kasus ini menegaskan pentingnya penguatan sistem kesehatan mental anak di sekolah dan komunitas.
Kementerian Kesehatan menegaskan langkah lanjutan akan fokus pada pencegahan, edukasi kesehatan mental, serta pelatihan guru dan keluarga dalam mengenali tanda-tanda anak yang rentan mengalami stres atau depresi.
Baca juga: Larangan Media Sosial Remaja di Australia: Langkah Baru Demi Kesehatan Mental
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat keras bagi seluruh lapisan masyarakat mengenai pentingnya perhatian, dukungan emosional, dan perlindungan bagi anak-anak.


