TAJUKNASIONAL.COM Aksi bunuh diri yang dilakukan seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR pada Rabu (4/2/2026) mengejutkan banyak pihak.
Dikutip dari berbagai sumber, tindakan tragis tersebut disertai pesan tertulis kepada ibunya dan diduga dipicu oleh ketidakmampuan keluarga membeli peralatan sekolah.
Kasus ini langsung menjadi perhatian pemerintah.
Kementerian Kesehatan melalui Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, dr. Imran Pambudi, MPHM, segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada.
Fokus pemeriksaan meliputi sistem skrining kesehatan jiwa di wilayah tersebut untuk memahami kondisi yang melatarbelakangi tragedi ini.
“Pendalaman ini dilakukan agar langkah tindak lanjut berbasis data dapat diambil dan sistem kesehatan mental anak ke depannya semakin kuat,” ujar dr. Imran, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Menko PMK Bentuk TPKJM untuk Perkuat Layanan Kesehatan Mental Nasional
Peristiwa ini juga mendapat sorotan dari kalangan legislatif.


