“Sekitar pukul tujuh malam kami menyeberang menggunakan boat karena jalan terputus total. Tidak ada pilihan lain karena besok pagi kami harus bergerak ke Aceh Tamiang,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Ia menargetkan tiba di Aceh Tamiang sekitar pukul 09.00 WIB guna meninjau wilayah yang masih mengalami banjir parah.
Dalam kunjungannya, Riefky menerima aspirasi terkait sanitasi, air bersih, kebersihan lingkungan, serta kebutuhan alat pembersih lumpur.
Ia memastikan seluruh masukan disampaikan kepada Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta kementerian terkait, termasuk Kementerian PU, untuk percepatan penanganan infrastruktur rusak.
BNPB mencatat jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 969 orang.
Kerugian di Aceh ditaksir mencapai Rp25,41 triliun, meliputi kerusakan puluhan ribu rumah, fasilitas umum, dan lahan pertanian.
Riefky menegaskan bahwa pemerintah pusat berkomitmen hadir untuk mempercepat pemulihan dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
