TAJUKNASIONAL.COM Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Lokot Nasution, meminta semua pihak menahan diri dan menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026.
Lokot menegaskan pentingnya KNKT segera mengungkap hasil penyelidikan secara transparan di tengah beredarnya berbagai versi penyebab kecelakaan.
Salah satu yang menjadi perhatian publik adalah dugaan keterlibatan kendaraan taksi listrik dalam insiden awal yang memicu gangguan operasional perkeretaapian.
“Semua harus menunggu hasil investigasi KNKT,” ujar Lokot di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Insiden tersebut bermula dari kecelakaan di perlintasan sebidang Bulak Kapal, Bekasi, ketika sebuah taksi listrik berada di jalur rel dan tertabrak KRL.
Kejadian itu diduga menyebabkan gangguan sistem sinyal hingga berujung pada tabrakan lanjutan antara dua rangkaian kereta.
Lokot menyoroti keberadaan perlintasan sebidang yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan keselamatan.
Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian yang mengatur bahwa perpotongan jalur kereta dan jalan seharusnya dibuat tidak sebidang melalui flyover atau underpass.
Baca juga: Lakukan Penyelidikan Komprehensif, Demokrat Minta Investigasi Tuntas Kecelakaan KA di Bekasi Timur
Ia juga menekankan pentingnya sterilisasi kawasan rel, termasuk Daerah Manfaat Jalan (Damaja) dan Daerah Milik Jalan (Damija) perkeretaapian, agar tidak ada kendaraan yang melintas di area tersebut.
