Sikap Green SM Nirempati?
Green SM buka suara terkait insiden tersebut. Dalam unggahan di akun Instagram Green SM Indonesia, perusahaan menyebut menaruh perhatian penuh atas insiden tersebut dan sudah memberikan keterangan terhadap pihak berwenang untuk mendukung proses investigasi yang berlangsung.
Namun unggahan yang tidak menunjukkan permohonan maaf ini menuai kritik.
Salah satu pernyataan Bima Sakti di unggahan linkedin.
“Dari pengalaman saya handle 10 crisis dalam 7 tahun terakhir, ada tiga alasan kenapa statement ini adalah respon yang buruk,” tulisnya.
“Pertama, tidak show empati, tidak satupun kata maaf, turut berduka, prihatin atas insiden. Publik bisa beranggapan ini pertanda kultur perusahaan yang buruk, atau memang sekadar gagap dalam menangani crisis PR. Kedua, statement hanya lewat media sosial dengan menutup komentar pula. Terlihat seperti manajemen meremehkan peristiwa ini dan tidak mau mendengar feedback dari publik,” sambungnya.
“Menyerahkan proses selanjutnya ke pihak ketiga, seakan dengan memberikan keterangan, manajemen Green SM sudah menjalankan porainya. Tidak ada koreksi internal, tidak ada sanksi, tidak ada recovery apalagi kompensasi,” jelasnya.
Baca juga: Siapa Pemilik Taksi Listrik Green SM yang Diduga Terlibat Kecelakaan Kereta di Bekasi?
Menurut Bima Marzuki, meskipun unggahan tersebut sebatas standby statement yang dirilis kurang dari 24 jam, tapi untuk skala perusahaan hal itu menunjukkan ketidaktelitiaan, rendahnya responbility, dan tidak show empati.
