Fenomena ini dikenal sebagai cyberchondria, yakni kebiasaan mencari informasi kesehatan secara berlebihan hingga justru menimbulkan kepanikan.
Informasi yang tidak terkurasi sering kali membuat seseorang mengaitkan gejala ringan dengan penyakit berat, sehingga terjebak dalam lingkaran kecemasan.
Health anxiety sendiri dapat berkaitan dengan beberapa gangguan psikologis, seperti illness anxiety disorder, somatic symptom disorder, atau gangguan obsesif kompulsif (OCD).
Penderitanya kerap memeriksa kondisi tubuh berulang kali, mencari kepastian dari orang lain, atau menjalani pemeriksaan medis berulang meski hasilnya normal.
Salah satu pendekatan yang banyak digunakan untuk menangani kondisi ini adalah terapi perilaku kognitif, termasuk metode exposure response prevention (ERP).
Terapi ini membantu individu belajar menerima ketidakpastian terkait kesehatan tanpa menuruti dorongan kompulsif.
Para ahli menyarankan beberapa langkah pencegahan, seperti membatasi pencarian informasi kesehatan di internet, mengenali pemicu kecemasan, serta tidak selalu menuruti dorongan untuk memeriksa tubuh.
Jika kecemasan sudah mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, atau kualitas hidup, mencari bantuan profesional dari psikolog atau terapis sangat dianjurkan.
Baca juga: Waspada Bahaya Es Batu dari Air Mentah, Bisa Picu Penyakit Pencernaan
Health anxiety bukan hal sepele, namun dapat dikelola dengan pendekatan yang tepat dan kesadaran diri yang lebih baik.
