Karena itu, pembangunan infrastruktur dinilai krusial untuk menarik investasi yang lebih besar.
Ekspedisi yang berlangsung pada Agustus hingga Desember 2025 tersebut, lanjut Sri, bukan sekadar riset akademik, tetapi juga upaya membangun empati dan kolaborasi dengan masyarakat.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengakui masih banyak pekerjaan rumah di kawasan transmigrasi.
Ia menyebut Ekspedisi Patriot sebagai langkah transformasi kementerian dengan melibatkan sumber daya manusia perguruan tinggi untuk merumuskan strategi hilirisasi dan industrialisasi berbasis potensi lokal.
Ke depan, pemerintah berencana menghadirkan program Kampus Patriot di kawasan transmigrasi.
Skema beasiswa tengah disiapkan, bahkan dievaluasi agar lebih difokuskan pada jenjang magister guna mencetak SDM yang adaptif dan mampu mengakselerasi pembangunan ekonomi di daerah transmigrasi.
