Program ini turut melibatkan masyarakat melalui skema padat karya, sehingga tidak hanya mempercepat proses pemulihan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga terdampak.
Memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, Kementerian PU menargetkan penyelesaian penanganan permanen pada Oktober 2028.
Upaya ini mencakup peningkatan kualitas infrastruktur agar sistem pengelolaan sampah dan air limbah dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penerapan teknologi sanitasi ramah lingkungan, termasuk pengembangan sistem Net-Zero Toilet 5.0 sebagai bagian dari inovasi layanan ke depan.
Baca juga: Target Rampung Juni 2026, Menteri PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan serta melindungi kesehatan masyarakat pascabencana.
