Baca juga: Bahlil Lahadalia Dukung Gus Dur dan Habibie Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
3. Marsinah (Jawa Timur)
Mengutip situs resmi Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Marsinah lahir pada 10 April 1969 di Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur. Pada 1989, Ia merantau ke Surabaya untuk bekerja di pabrik plastik SKW di Kawasan Industri Rungkut, lalu sempat bekerja di sebuah perusahaan pengemasan barang hingga akhirnya berpindah ke Sidoarjo dan bekerja di PT CPS pada 1990.
Selama bekerja di PT CPS, Marsinah adalah sosok yang vokal dalam memperjuangkan nasib dan hak dari rekan-rekannya. Ia juga terlibat dalam kegiatan aktivis organisasi buruh Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) unit kerja PT CPS.
Tragedi keji yang menimpa Marsinah berawal dari unjuk rasa dan pemogokan kerja yang dilakukan oleh Marsinah dan rekannya pada 3-4 Mei 1993. Saat unjuk rasa, mereka mengajukan 12 tuntutan.
Setelah itu, pada tanggal 5 Mei 1993, Marsinah hilang tanpa kabar setelah mengunjungi rumah rekannya. Lalu, pada 8 Mei 1993, jasad Marsinah ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan. Diduga, Marsinah dianiyaya karena saat ditemukan, jasadnya penuh dengan luka dan tubuhnya kaku membiru.
4. Mochtar Kusumaatmadja (Jawa Barat)
Melansir situs resmi Universitas Padjajaran (Unpad), Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M. lahir di Jakarta pada 17 Februari 1929. Setelah tamat SMA, Mochtar Kusumaatmadja melanjutkan sekolah ke Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dan setelah menyelesaikan jenjang sarjananya, pada 1956, Prof. Mochtar Kusumaatmadja melanjutkan pendidikannya di Universitas Yale, Amerika Serikat.
Gelar doktornya diperoleh dari Universitas Padjadjaran pada tahun 1962. Pada tahun 1964, Prof. Mochtar Kusumaatmadja melanjutkan pendidikannya (post doctor) di Harvard Law School, Amerika Serikat. Setelahnya, Prof. Mochtar Kusumaatmadja menempuh pendidikan di University of Chicago. Pada 1970, Prof. Mochtar Kusumaatmadja mendapat gelar profesor dari Unpad.
Mengutip situs Sekretariat Kabinet (Setkab) RI, Mochtar pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman dari tahun 1974 sampai 1978, dan Menteri Luar Negeri dua periode dari tahun 1978 sampai 1988. Ia kerap mewakili Indonesia di PBB dan perundingan-perundingan internasional, terutama mengenai batas darat dan batas laut teritorial.
Prof. Mochtar Kusumaatmadja wafat pada 6 Juni 2021 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
