TAJUKNASIONAL.COM Polemik ceramah Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, terus bergulir setelah dirinya dilaporkan ke polisi terkait dugaan penistaan agama.
Namun, Partai Demokrat menilai pernyataan tersebut tidak mengandung unsur yang menyinggung ajaran tertentu.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, menegaskan bahwa isi ceramah Jusuf Kalla perlu dipahami secara utuh, bukan berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.
Ceramah tersebut disampaikan di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan tema strategi diplomasi Indonesia dalam menghadapi potensi konflik regional.
Menurut Jansen, setelah menyimak keseluruhan isi ceramah, ia tidak menemukan pernyataan yang menyinggung umat Kristen.
Ia bahkan menyampaikan pandangannya sebagai seorang penganut Kristen yang menilai konteks pembahasan lebih mengarah pada pengalaman sejarah konflik, bukan doktrin agama.
Polemik bermula dari pernyataan Jusuf Kalla yang menyinggung konflik Poso dan Ambon, termasuk penggunaan istilah “mati syahid” dalam dinamika konflik tersebut.
Baca juga: Di Luar Substansi Program Utama, Demokrat Kritik BGN Beli Motor Listrik dan Kaos Kaki
Pernyataan itu kemudian ditafsirkan berbeda oleh sejumlah pihak hingga memicu laporan dari Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan beberapa organisasi lainnya ke Polda Metro Jaya.
Ketua Umum GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, menyebut laporan tersebut mewakili berbagai organisasi Kristen yang merasa pernyataan tersebut menimbulkan keresahan.
