Perubahan signifikan juga terjadi pada aturan penentuan peringkat.
Jika sebelumnya selisih gol menjadi faktor utama ketika dua atau lebih tim memiliki poin yang sama, kini FIFA mengutamakan hasil pertemuan langsung atau head to head.
Aturan tersebut dinilai lebih mencerminkan kualitas persaingan antartim yang terlibat.
Apabila poin masih sama, penentuan posisi akan dilanjutkan dengan melihat hasil pertandingan di antara tim yang bersangkutan, selisih gol, dan jumlah gol yang dicetak.
Jika belum menghasilkan pemisahan, penilaian berlanjut ke statistik keseluruhan grup.
FIFA juga menerapkan Team Conduct Score (TCS) atau skor perilaku tim sebagai salah satu faktor penentu.
Poin akan dikurangi berdasarkan jumlah kartu kuning dan kartu merah yang diterima pemain maupun ofisial sepanjang turnamen.
Dengan sistem baru ini, setiap gol, poin, hingga kartu yang diterima pemain dapat memengaruhi peluang lolos ke fase berikutnya.
Situasi tersebut membuat persaingan di babak grup semakin menarik sekaligus sulit diprediksi hingga pertandingan terakhir berakhir pada akhir Juni.
