Dari sisi tampilan, Atlas hadir dengan split-screen interface, menampilkan laman web di satu sisi dan percakapan ChatGPT di sisi lainnya.
Fitur ini menjadikan AI sebagai “pendamping” interaktif saat menjelajah internet.
Selain itu, Atlas dilengkapi kemampuan ringkasan halaman otomatis serta cursor chat untuk memperbaiki teks langsung di email atau dokumen.
Altman menyebut Atlas sebagai “browser yang cepat, halus, dan menyenangkan digunakan.”
Baca juga: 4 Fitur Tersembunyi ChatGPT-5 yang Bisa Ubah Cara Anda Mengobrol dengan AI
Peluncuran ini menandai memanasnya persaingan browser AI, setelah Perplexity merilis Comet dan Google menyiapkan integrasi Gemini di Chrome dengan fitur otomatisasi canggih.

