“Kalau cuma dengan satu orang saya bisa memaafkan, tetapi ini dengan banyak perempuan,” katanya.
Terkait pertemuannya dengan seorang pria di sebuah penginapan, Suci mengakui pertemuan tersebut memang direncanakan.
Namun, ia menyatakan tujuan pertemuan bukan untuk berselingkuh, melainkan sebagai skenario agar suaminya merasa cemburu dan bersedia menyetujui perceraian.
“Saya meminta tolong kepada rekan saya, mohon dibantu biar mantan suami saya cemburu. Seolah-olah kita ada hubungan perselingkuhan,” ujarnya.
Suci juga mengklaim mengalami kekerasan saat mantan suaminya datang ke lokasi. Ia menyebut dirinya dipukul, ditendang, hingga mengalami luka pada bagian mulut.
“Di situ saya dianiaya, dipukul, mulut saya berdarah, saya ditendang, saya didorong,” kata Suci.
Ia mengatakan perceraian keduanya telah diputus Pengadilan Negeri Denpasar pada 26 Agustus 2026. Suci berharap klarifikasi tersebut dapat menghentikan simpang siur informasi mengenai dirinya.
Baca juga: [Viral] Dua Mahasiswa KKN Sesama Jenis Diamankan Usai Kepergok Bermesraan di Cianjur
“Saya manusia biasa yang tidak luput dari salah. Terima kasih dan mohon maaf atas kegaduhan yang kemarin,” ucapnya.
