Menurut Dody, peningkatan besaran diskon merupakan bagian dari strategi pengaturan lalu lintas selama musim mudik.
Pemerintah berharap masyarakat tidak menumpuk melakukan perjalanan pada puncak arus mudik maupun arus balik.
“Harapannya, pemudik bisa berangkat lebih awal dan arus balik juga tersebar, sehingga kepadatan bisa ditekan,” katanya.
Kebijakan diskon tarif tol ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi kuartal I 2026 yang telah disiapkan pemerintah.
Total anggaran stimulus mencapai Rp12,83 triliun dan mencakup insentif transportasi, potongan tarif tol, serta bantuan sosial.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan bahwa sekitar Rp200 miliar dialokasikan untuk diskon sektor transportasi, sedangkan sekitar Rp12 triliun difokuskan untuk program bantuan sosial.
Stimulus tersebut dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung mobilitas selama periode Februari hingga Maret 2026.
Pemerintah optimistis kombinasi insentif tarif tol dan dukungan sosial dapat mendorong pergerakan ekonomi, terutama menjelang momentum Lebaran yang identik dengan lonjakan konsumsi dan perjalanan antarwilayah.
