TAJUKNASIONAL.COM Fraksi Partai Demokrat-Perindo DPRD DKI Jakarta menyoroti masih tingginya angka stunting di ibu kota meskipun alokasi anggaran kesehatan dalam APBD 2026 mencapai 12,8 persen.
Kritik tersebut disampaikan dalam rapat paripurna penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap rancangan kebijakan daerah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (11/5/2026).
Sekretaris Fraksi Demokrat-Perindo, Lazarus Simon Ishak, mengatakan prevalensi stunting di Jakarta masih berada pada angka 17,2 persen berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.
Angka tersebut setara dengan sekitar 143.601 balita yang mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis.
“Untuk ukuran Jakarta sebagai daerah dengan kapasitas fiskal terbesar di Indonesia, angka tersebut masih terlalu tinggi,” ujar Lazarus dalam rapat paripurna.
Ia menilai Jakarta seharusnya mampu menekan angka stunting hingga mendekati standar kota-kota maju dunia yang rata-rata berada di bawah 10 persen, bahkan sebagian hanya berkisar antara 2 hingga 5 persen.
Selain itu, Fraksi Demokrat-Perindo juga menyoroti kenaikan kasus stunting di wilayah Jakarta Pusat.
Berdasarkan data yang disampaikan, angka stunting di kawasan tersebut meningkat dari 14 persen pada 2022 menjadi 20,3 persen pada 2024.
Melihat kondisi itu, fraksi meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperjelas aturan mengenai pencegahan dan penanganan stunting dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang Sistem Kesehatan Daerah.
Baca juga: AHY Dorong Regenerasi Kader pada Musda Demokrat Sulteng, Soroti Peran Gen Z dan Milenial
Mereka juga mendorong adanya penguatan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah, target penurunan yang lebih terukur, serta standardisasi data agar penanganan lebih tepat sasaran.
