Selain itu, Dina juga menyoroti pentingnya melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam ekosistem industri film.
Keterlibatan UMKM, mulai dari penyedia properti, kuliner, hingga sektor pendukung lainnya, diyakini mampu menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah.
Menurutnya, aktivitas produksi film tidak hanya berdampak pada sektor kreatif, tetapi juga mampu menggerakkan berbagai lini usaha masyarakat setempat.
Hal ini menjadikan industri film sebagai salah satu sektor strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Dina menambahkan, penguatan unsur budaya dalam setiap produksi film juga menjadi langkah penting dalam memperkenalkan identitas daerah ke tingkat global.
Dengan dukungan pemerintah, pelaku industri, serta masyarakat, ia optimistis perfilman nasional dapat berkembang menjadi sektor unggulan.
Ke depan, industri film diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai instrumen diplomasi budaya dan pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di berbagai daerah.
