Salah satu ketentuan penting dalam program ini adalah keterlibatan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai co-promotor riset bagi peserta yang lolos seleksi substansi.
Bagi peserta yang tidak memiliki afiliasi lembaga, tersedia pula kesempatan untuk bergabung sebagai asisten periset BRIN selama masa studi.
Untuk studi luar negeri, penelitian akan dilakukan secara kombinasi antara Indonesia dan kampus tujuan.
Durasi penelitian di luar negeri dibatasi maksimal enam bulan setiap tahun.
Beberapa perguruan tinggi dalam negeri yang menjadi tujuan program ini antara lain Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, IPB University, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Pendaftaran program dibuka pada 6–27 Maret 2026, dengan pengumuman hasil seleksi akhir dijadwalkan pada 22 Juni 2026.
Perkuliahan bagi penerima beasiswa diperkirakan dapat dimulai paling cepat pada Juli 2026.
Baca juga: Siap-siap! Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 Diperkirakan Dibuka Pertengahan Tahun
Program ini diharapkan dapat melahirkan generasi doktor yang mampu memperkuat riset dan inovasi nasional.
