Selain penyerapan tenaga kerja, kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga terus menguat.
BPS mencatat nilai PDB ekonomi kreatif atas dasar harga berlaku pada 2024 mencapai Rp 1.611,2 triliun atau sekitar 7,28 persen dari PDB nasional.
Pertumbuhan PDB sektor ini pada 2024 tercatat sebesar 6,57 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,03 persen.
Kinerja positif juga terlihat dari sisi ekspor. Selama periode Januari–Oktober 2025, nilai ekspor ekonomi kreatif mencapai US$ 26,68 miliar atau hampir 12 persen dari total ekspor nonmigas nasional.
Subsektor fesyen menjadi penyumbang terbesar, diikuti oleh kriya, dengan Amerika Serikat, Swiss, dan Jepang sebagai tujuan utama ekspor.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai capaian ini tidak lepas dari dukungan data statistik yang kuat.
Baca juga: Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif di Daerah, Kemenekraf Gelar Acara NOTIF di Malang
Ia menegaskan ekonomi kreatif kini telah bertransformasi menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh dari daerah dan berdampak luas bagi Indonesia.
