Melalui proses kurasi usaha, pelaku ekonomi kreatif berpotensi memperoleh pembiayaan hingga ratusan juta rupiah.
Selain akses pembiayaan, penguatan ekosistem ekonomi kreatif juga menjadi fokus pembahasan.
Pemprov NTB mendorong pengembangan berbagai event kreatif berbasis kekayaan intelektual agar daerah tidak hanya menjadi penyelenggara acara, tetapi juga melahirkan pencipta event dengan IP sendiri yang dapat dipasarkan secara nasional maupun global.
Dalam jangka panjang, Pemprov NTB juga menyiapkan integrasi pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, teknologi digital, hingga energi terbarukan.
Kawasan Mandalika misalnya diarahkan tidak hanya sebagai destinasi wisata dan olahraga, tetapi juga pusat ekosistem ekonomi digital di kawasan timur Indonesia.
Baca juga: Di Tengah Gejolak Global, Menekraf: UMKM dan Ekonomi Kreatif jadi Penyangga Ekonomi Bangsa
Melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, NTB diharapkan mampu menjadi contoh nasional dalam pembangunan ekonomi kreatif yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
