Meski demikian, KNKT menegaskan investigasi kecelakaan belum selesai dan pihaknya masih mendalami seluruh faktor penyebab insiden.
Lembaga tersebut belum menyimpulkan siapa yang bertanggung jawab atas kecelakaan maut di Bekasi Timur.
Kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, di Stasiun Bekasi Timur.
Insiden itu menewaskan 15 orang dan menyebabkan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut kecelakaan bermula ketika sebuah taksi mogok dan tertemper KRL di perlintasan sebidang JPL 85.
Gangguan tersebut membuat perjalanan kereta terganggu hingga akhirnya terjadi tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek.
