Kembangkan Kawasan Transmigrasi, Kementrans Tindaklanjuti Minat Investor Wuhan untuk Bangun Desa

“Jika dibandingkan dengan hasil di sini, 11, 13, bahkan hingga 17 ton per ha, tentu peluang peningkatan produktivitas kita sangat besar,” katanya.

Rencana kerja sama ini tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga mendorong pembangunan ekosistem desa wisata yang melibatkan dunia usaha, akademisi, dan pemerintah.

Rombongan kunjungan Wuhan Guoying turut menghadirkan Profesor Hu beserta peneliti pertanian untuk menjajaki potensi riset bersama di kawasan transmigrasi.

Iftitah menekankan potensi kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pertanian dan pariwisata, dengan catatan dukungan riset dan penguatan sumber daya manusia lokal.

“Optimisme harus dibangun dengan tindakan nyata. Kami undang para peneliti untuk melihat kondisi tanah, cuaca, dan SDM. Ini juga membutuhkan etos kerja yang tinggi,” tegasnya.

Baca juga: Kementerian Transmigrasi Siapkan Rp300 Miliar untuk Majukan Kawasan Transmigrasi 2025

Langkah awal ini diharapkan memperkuat kolaborasi antara Kementrans dan Kementerian Pertanian, mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga transmigrasi.

Baca Juga:  Terungkap di Putusan Hasil Sidang MK! Mahkamah Konstitusi Tak Temukan Bukti Gibran Rakabuming Punya Ijazah SMA