Sejumlah aplikasi meminta akses ke nomor ponsel meski tidak relevan dengan fungsi utamanya, lalu membagikan data tersebut ke pihak ketiga.
Risiko dari kebocoran nomor telepon tidak berhenti pada spam.
Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk pencurian identitas hingga praktik SIM swapping, yakni pengambilalihan nomor ponsel untuk membobol akun digital menggunakan kode OTP.
Dampaknya bisa berupa kerugian finansial, hilangnya akses akun penting, hingga tekanan psikologis akibat pelanggaran privasi.
Untuk meminimalkan risiko, pengguna disarankan lebih selektif membagikan nomor telepon, rutin meninjau izin aplikasi, serta menggunakan autentikasi dua faktor berbasis aplikasi.
Baca juga: Demokrat Ingatkan OJK agar Pertumbuhan Keuangan Digital Sejalan dengan Ekonomi Rakyat
Menggunakan nomor virtual untuk layanan non-prioritas juga dapat menjadi langkah tambahan dalam menjaga keamanan dan privasi digital.
