Investasi CEEC Dilirik untuk Kembangkan Rempang, Mentrans Sebut Siapkan Ribuan Lapangan Kerja

TAJUKNASIONAL.COM Kementerian Transmigrasi membuka peluang kerja sama investasi di sektor energi dengan perusahaan global asal Tiongkok, China Energy Engineering Corporation (CEEC).

Investasi tersebut berpotensi menghadirkan ribuan lapangan kerja bagi masyarakat lokal, khususnya di kawasan transmigrasi yang tengah dikembangkan pemerintah.

Salah satu wilayah yang menjadi fokus penjajakan investasi adalah kawasan Batam Rempang Galang (Barelang).

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan pemerintah menyambut baik rencana investasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam bentuk penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Iftitah, pemerintah saat ini tengah menata kawasan Rempang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi.

Wilayah tersebut dirancang berkembang menjadi kota industri modern dengan luas sekitar 8.000 hektare.

Dalam rencana pengembangan itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung.

Beberapa di antaranya adalah pembangunan dermaga nelayan, fasilitas penyimpanan ikan atau cold storage, serta pendirian Kampus Patriot yang akan difungsikan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan tenaga kerja.

“Kampus Patriot akan menjadi kampus jarak jauh dari perguruan tinggi mitra sekaligus pusat pelatihan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan industri di kawasan tersebut,” kata Iftitah dalam keterangannya.

Dari sisi investor, CEEC menyatakan minatnya untuk menjajaki peluang investasi di sejumlah kawasan transmigrasi di Indonesia, termasuk Pulau Rempang.

Vice President CEEC Southeast Asia Regional Headquarters, Jin Bin, menilai Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi strategis bagi perusahaan.

Sejak hadir di Indonesia pada 1994, CEEC telah menangani lebih dari 100 proyek dengan total nilai kontrak sekitar 7 miliar dolar AS, terutama di sektor pembangkit listrik dan infrastruktur energi.

Jin Bin menjelaskan setiap proyek yang dikembangkan berpotensi menyerap hingga 5.000 tenaga kerja dengan komposisi yang mengutamakan pekerja lokal.

Perusahaan menargetkan rasio satu tenaga kerja dari Tiongkok untuk sepuluh tenaga kerja Indonesia.

Selain membuka lapangan kerja, CEEC juga siap mendukung peningkatan kapasitas tenaga kerja melalui program pelatihan yang dapat disinergikan dengan fasilitas pendidikan di kawasan transmigrasi.

Pemerintah berharap investasi tersebut dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat setempat.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini