Sekretaris Ditjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat, Drs Nirwan Ahmad Helmi, menegaskan bahwa keterbatasan SDM unggul dan citra transmigrasi yang belum optimal masih menjadi hambatan utama di lapangan.
Dalam sesi diskusi, Muhammad Qufal Umaternate SSTP MSi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan transformasi transmigrasi dirasakan secara menyeluruh.
Sementara itu, Moch Charis ST dalam sesi Beyond Spotlight memaparkan strategi penguatan ekonomi kawasan transmigrasi melalui inklusi, ekspor, dan inovasi.
Ia bahkan mencontohkan keberhasilan produk olahan lendir buah kopi arabika yang telah menembus pasar internasional.
Melalui penyelenggaraan TUF 2025, Kementerian Transmigrasi berkomitmen memperkuat sinergi antarinstansi dan memastikan program transmigrasi menjadi motor pemerataan pembangunan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.


