Selain itu, rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga dinilai masih sehat.
“Tidak ada guncangan fundamental yang cukup kuat untuk menjelaskan koreksi IHSG sedalam ini. Karena itu, kondisi pasar saat ini seharusnya dipandang sebagai ujian ketahanan, bukan sinyal rapuhnya perekonomian,” tegasnya.
Marwan juga mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berkomitmen menindaklanjuti rekomendasi MSCI, terutama dalam memperkuat transparansi dan tata kelola pasar modal.
Ia berharap upaya tersebut dapat meningkatkan kepercayaan investor ke depan.
Lebih lanjut, Marwan mengimbau para pelaku pasar untuk tidak terjebak kepanikan dan tetap menjaga perspektif investasi jangka menengah hingga panjang.
Baca juga: IHSG Anjlok, Airlangga Jadikan Momentum Reformasi Pasar Modal
“Pasar membutuhkan keyakinan yang rasional. Dengan fondasi ekonomi yang kuat dan reformasi yang berkelanjutan, pasar modal Indonesia akan semakin matang dan kredibel,” pungkasnya.
