Lontong Cap Go Meh dinilai sebagai simbol akulturasi budaya Tionghoa dan tradisi Ramadan di Indonesia, mencerminkan harmoni dalam keberagaman.
Proses memasak dipimpin langsung oleh Bobon Santoso bersama timnya selama delapan jam hingga seluruh porsi tersaji.
Rekor tersebut, kata Irene, menunjukkan kuliner tradisional Indonesia memiliki daya saing global dan dapat menjadi mesin pertumbuhan baru (the new engine of growth) bagi ekonomi kreatif.
Kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie turut menandai dukungan lintas sektor dalam memperkuat sinergi budaya dan pendidikan.
Baca juga: Majukan Industri Film Nasional, Kemenekraf Siapkan Mekanisme Pendanaan Berkelanjutan
Partisipasi publik yang tinggi dalam festival ini menegaskan bahwa ekonomi kreatif tumbuh dari kreativitas, budaya, dan kolaborasi masyarakat secara inklusif.
