Habibillah menegaskan, kegiatan tersebut tidak sekadar agenda musiman.
Bazar Ramadan menjadi bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, terutama untuk membantu pelaku UMKM bangkit setelah bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh beberapa waktu lalu.
Melalui kegiatan ini, produk lokal diharapkan semakin dikenal luas dan mampu bersaing di pasar yang lebih besar.
Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemerintah pusat.
Ia menilai bazar ini sebagai langkah konkret memperkuat ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain kegiatan jual beli, rangkaian acara juga akan dimeriahkan dengan kegiatan sosial Ramadan, panggung kreativitas dan dakwah, serta aneka perlombaan religi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Pemerintah berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk berbelanja produk lokal sekaligus mendukung kebangkitan UMKM Aceh.
