Ia membantah keras tuduhan menerima aliran dana pemerasan dan mengaku tidak mengetahui detail teknis terkait sertifikat K3.
Menurut Noel, perkara yang menimpanya tidak terlepas dari perannya sebagai wakil menteri yang kerap melakukan inspeksi mendadak ke lapangan.
Ia menilai langkah-langkah tersebut mengganggu kepentingan sejumlah pengusaha dan elite tertentu.
Menanggapi pernyataan Noel, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo meminta agar yang bersangkutan fokus menghadapi persidangan dan menyampaikan seluruh informasi secara terbuka di hadapan majelis hakim.
Budi menegaskan, setiap fakta yang terungkap di persidangan akan dianalisis untuk kepentingan pembuktian dan pengembangan perkara.
KPK juga menegaskan bahwa proses penyidikan dan penuntutan kasus pemerasan sertifikat K3 dilakukan berdasarkan kecukupan alat bukti yang sah.
Baca juga: Fakta-fakta Tentang Immanuel Ebenezer, Loyalis Jokowi Hingga Caleg Gerindra
Jaksa mendakwa Noel dan pihak terkait menerima uang pemerasan senilai Rp6,5 miliar sejak 2021, termasuk uang tunai dan barang mewah, yang kini tengah diuji dalam proses persidangan terbuka untuk umum.
