Namun, absennya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maupun perwakilan Demokrat dalam forum tersebut justru memantik spekulasi lanjutan.
Sebagian pihak menilai ketidakhadiran itu sebagai sinyal perbedaan sikap Demokrat dibandingkan partai-partai lain dalam koalisi pemerintahan.
Menanggapi berbagai tafsir tersebut, Andi Arief menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam isu tertentu adalah hal yang wajar dalam dinamika politik.
Ia memastikan hal itu tidak akan mengganggu komitmen Demokrat terhadap stabilitas pemerintahan dan agenda pembangunan nasional.
“Yang jelas, Demokrat loyal pada konstitusi, loyal pada Presiden Prabowo, dan setia dengan koalisi,” tegas Andi Arief.
Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan posisi Demokrat di tengah riuh perdebatan publik soal masa depan demokrasi lokal.
Baca juga: Lihat Respon Publik, Demokrat Tegaskan Tidak Ingin Terburu-buru Bahas Pilkada Lewat DPRD
Meski belum mengungkap sikap final terkait pilkada langsung atau melalui DPRD, Demokrat menekankan bahwa setiap keputusan akan diambil dengan mempertimbangkan konstitusi, aspirasi rakyat, serta kepentingan jangka panjang bangsa.


