Ia menjelaskan pemerintah saat ini tengah menata Pulau Rempang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi. Kawasan tersebut direncanakan berkembang menjadi kota industri modern dengan luas sekitar 8.000 hektare yang terhubung dengan kawasan Batam–Rempang–Galang.
Untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, pemerintah juga menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung, mulai dari dermaga nelayan, fasilitas penyimpanan ikan (cold storage), hingga pembangunan Kampus Patriot. Fasilitas pendidikan ini dirancang sebagai pusat pelatihan tenaga kerja yang dapat memenuhi kebutuhan industri di kawasan transmigrasi.
“Kampus Patriot kami siapkan sebagai kampus jarak jauh dari perguruan tinggi mitra sekaligus pusat pelatihan tenaga kerja,” ujar Iftitah.
Dalam kesempatan yang sama, Jin Bin menyampaikan bahwa Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi strategis bagi CEEC, perusahaan yang telah beroperasi di lebih dari 147 negara.
Ia mengatakan pihaknya telah mengunjungi Rempang untuk mempelajari peluang investasi yang ada. CEEC bahkan menargetkan setiap proyek yang dikembangkan mampu menyerap hingga 5.000 tenaga kerja, dengan komposisi yang mengutamakan pekerja lokal Indonesia.
“Perbandingan tenaga kerja yang kami rencanakan adalah satu tenaga kerja dari Tiongkok untuk sepuluh tenaga kerja lokal Indonesia,” kata Jin Bin.
Baca juga: UMKM Transmigrasi Tembus Pasar Nasional, Booth Kementrans di Inacraft 2026 Ramai Pengunjung
Pemerintah berharap investasi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat ini dapat memperkuat dukungan publik terhadap pembangunan kawasan Rempang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut.
