Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, luas lahan yang terbakar di Riau mencapai 16.277,50 hektare.
Dalam periode tersebut tercatat 10.514 hotspot, dengan 521 titik dikonfirmasi sebagai fire spot. Namun, sebagian besar area telah berhasil ditangani sehingga luas karhutla tersisa sekitar 900 hektare.
Prabowo Apresiasi Penanganan Karhutla
Presiden Prabowo mengapresiasi kerja jajaran pemerintah, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga yang terlibat.
Menurutnya, penanganan sekitar 15.000 hektare menjadi capaian yang patut diapresiasi.
“Saya kira ini cukup membanggakan, kalian mengatasi 15.000 hektare. Ini saya yakin yang 900 ini bisa saudara segera kerahkan, TNI Polri kerahkan kekuatan kita,” kata Prabowo.
Prabowo juga meminta jajaran tetap waspada dan segera melaporkan apabila membutuhkan tambahan bantuan.
Pemerintah diminta tidak hanya berfokus memadamkan api, tetapi juga memperkuat pencegahan agar karhutla tidak kembali meluas.
Dengan masih adanya titik kebakaran dan sisa area terdampak, penanganan karhutla Riau akan terus dilanjutkan.
Presiden menegaskan seluruh kekuatan yang tersedia harus dikerahkan agar persoalan tersebut dapat segera diselesaikan.
