Besarnya volume bantuan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi puluhan juta keluarga penerima.
Bantuan tahap kedua merupakan kelanjutan program sebelumnya yang telah menjangkau sekitar 33,14 juta keluarga.
Pada tahap pertama, pemerintah tercatat telah menyalurkan 664.880 ton beras atau mencapai 99,7 persen dari target penerima.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan data penerima mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi terbaru. Pemutakhiran data dilakukan agar bantuan lebih tepat sasaran.
Dari sisi anggaran, Kementerian Keuangan telah menyetujui tambahan dana sebesar Rp17,52 triliun untuk mendukung penyaluran selama tiga bulan.
Pemerintah juga memiliki cadangan beras yang cukup besar. Hingga 28 Juli 2026, stok beras pemerintah di gudang Bulog tercatat sekitar 5,25 juta ton.
Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, penyaluran beras dalam jumlah besar diharapkan turut meredam tekanan harga di pasar.
Baca juga: Bantuan Beras 30 Kg Agustus 2026 Segera Disalurkan, Begini Cara Cek Penerimanya
Pemerintah menilai bantuan tersebut dapat menjadi bantalan daya beli sekaligus mendukung stabilitas harga beras nasional.
